Kristen Yang Sejati
Pendahuluan.
Ada dua jenis orang kristen di dunia ini: Kristen yang biasa- biasa dan kristen yang luar biasa (kristen yang sejati).
Jemaat Tesalonika adalah kristen yang sejati. Jemaat ini dirintis oleh rasul Paulus, Silas dan Timotius dalam jangka waktu satu bulan.
Baca 1 Tesalonika 1: 2- 10 !
Kekristenan yang sejati itu ditandai dengan lima hal:
I. Pekerjaan iman (ayat 3)
Yang di maksudkan disini adalah “iman yang di wujudkan melalui/ dalam perbuatan”.
Baca surat Yakobus 2: 18- 26 !
Salah satu wujud pekerjaan iman dari jemaat Tesalonika adalah “berbalik dari berhala- berhala kepada Allah “ (ay.9).
Yang dulunya mereka penyembah berhala, sekarang menjadi penyembah Allah di dalam Kristus Yesus.
Aplikasi:
Zaman modern, seperti sekarang ini, orang tidak lagi menyembah berhala, seperti kepada patung- patung, benda- benda mati atau orang mati. Itu sudah kuno. Zaman sekarang ini orang memberhalakan, seperti 4C’s :
1. carrier
2. credit card
3. car
4. club
Jadi zaman sekarang ini orang- orang sudah tidak lagi mewujudkan iman mereka dalam perbuatan. Mereka malu untuk tampil berbeda. Mereka ikut hanyut ke dalam kebudayaan yang tidak bermoral lagi demi kepentingan mereka. Mereka sudah tidak berbeda dengan orang- orang yang tidak beragama.
Baca 2 Timotius 3: 1- 5 !
# Kekristenan yang sejati, pertama, ditandai dengan pekerjaan iman.
II. Usaha Kasih (ayat 3)
Yang di maksudkan disini adalah “usaha yang di motivasi oleh kasih”.
Baca surat 1 Yohanes 3: 18 !
Salah satu wujud usaha kasih dari jemaat Tesalonika adalah “melayani Tuhan” (ay. 9).
Aplikasi:
Banyak orang kristen yang masih memiliki tanggapan, bahwa apabila mereka sudah ambil bagian atau terlibat dalam sebuah pelayanan di Gereja, sudah melakukannya untuk Tuhan.
Belum tentu.
Banyak diantara kita yang melayani Tuhan karena ada hamba Tuhan mengatakan, “apabila suatu hari kita bertemu Tuhan Yesus, maka Dia akan bertanya, “Apa yang telah engkau perbuat bagiKu, selama dibumi”. “
Mother Teresa berkata,
It is not how much we do, but how much love we put it into it. When we do little things with great love, they become great.
Thomas a’ Kempis berkata,
God places more importance on how much love you put into your work than how much work you actually do.
Jadi Allah tidak hanya perduli dengan berapa banyak pelayanan yang kita lakukan, tetapi terlebih lagi pada pelayanan yang di motivasi oleh kasih.
contoh:
Sebenarnya suatu pelayanan atau usaha yang kita lakukan untuk Tuhan tanpa dimotivasi oleh ‘kasih’ adalah sia-sia. Semua itu kita lakukan hanya semata- mata untuk diri kita sendiri. Oleh sebab itu, banyak orang yang tidak dapat bertahan lama dalam sebuah Gereja lokal. Karena begitu ada gesekan, teguran atau suatu posisi yang diinginkan tidak tercapai, mereka kemudian pindah.
# Kekristenan yang sejati, kedua, ditandai dengan usaha kasih.
III. Ketekunan Pengharapan (ayat 3)
Yang di maksudkan disini adalah “tekun dalam pengharapan”.
Salah satu wujud ketekunan pengharapan dari jemaat Tesalonika adalah “menantikan kedatangan Tuhan Yesus untuk kedua kalinya” (ay. 10).
Rasul Paulus menyampaikan cukup banyak kepada Jemaat Tesalonika tentang akhir zaman yang juga memberi kesan bahwa tidak lama lagi Yesus mau datang, bahkan sebagian mereka di Tesalonika takut bahwa jangan- jangan kedatangan itu sudah lewat. Untuk menyakinkan mereka bahwa kedatangan Yesus belum terjadi, dia mengajar mereka tentang pristiwa-pristiwa yang harus terjadi sebelum kedatangan Yesus, misalnya, harus ada kemurtadan, Antikristus harus nyata dulu, 1Tes. 2: 1- 12.
Rasul Paulus juga menguatkan mereka bahwa sebagai anak- anak terang mereka benar- benar memahami dan sanggup membaca tanda-tanda zaman, 1Tes. 5: 1- 11.
Aplikasi:
Kita hidup diakhir dari akhir zaman.
Dalam suratnya yang pertama rasul Yohanes mengatakan, “Anak- anakku, waktu ini adalah waktu yang terakhir................” (1Yoh. 2: 18- 22).
Kalau pada tahun 100 Masehi rasul Yohanes menyatakan bahwa dia sudah berada dalam akhir zaman, apalagi kita yang ada 1900 tahun kemudian ? Artinya waktunya semakin dekat, bukan semakin jauh. Kalau dalam rencana Allah bekerja ada enam hari kerja dan satu hari perhentian, sebagaimana dalam Minggu kejadian (Kej. 1-2). Dan kalau masih tersedia suatu hari ketujuh, hari perhentian bagi umat Tuhan, tentu ada enam hari sebelum hari ketujuh itu (Ibr. 4: 1-9). Dari Adam sampai kita sudah jalan hampir 6000 tahun atau enam hari, dan di muka kita ada hari ketujuh atau seribu tahun damai (Why. 20: 1- 4), maka kita sedang hidup pada akhir dari hari keenam dan kesudahan waktu sudah di ambang pintu.
Banyak orang kristen yang tidak memiliki suatu pengharapan yang jelas.
contoh:
Martin Luther berkata,
“Setiap hari saya hidup sepertinya Tuhan Yesus akan datang besok”
# Kekristenan yang sejati, ketiga, ditandai dengan tekun dalam pengharapan.
IV. Penurut / Peniru Tuhan (ayat 6)
Yang di maksudkan disini adalah “sama seperti Tuhan Yesus”.
Baca surat 1Yohanes 2: 6 !
Salah satu wujud penurut Tuhan dari jemaat Tesalonika adalah “melakukan firman Allah sekalipun beroleh tekanan /dianiaya” (ay.6).
Jemaat Tesalonika di kenal sebagai jemaat yang radikal. Sekalipun mereka mengalami aniaya dari pihak lain, mereka tetap haus akan Firman Allah dan melakukannya.
Aplikasi:
Sering kita merasa haus akan Firman Allah tetapi segan untuk melakukannya. Kita datang ke Gereja dengan selalu membawa Alkitab dan catatan, tetapi setelah sampai di rumah, kita tidak pernah merenungkannya apalagi melakukannya. Jauh lebih indah bagi kita untuk merenungkan apa kata orang (gossip) terhadap kita dan melakukan apa yang dikatakan orang bagi kita , daripada Firman Allah.
Yesus berkata, “makananKu ialah melakukan kehendak BapaKu yang mengutus Aku dan menyelesaikan pekerjaanNya “ (Yoh. 4: 34).
# Kekristenan yang sejati, keempat, ditandai dengan melakukan Firman Allah.
V. Teladan (ayat 7)
Sementara mereka hidup radikal dengan Firman Allah maka mereka menjadi teladan bagi semua orang di semua tempat . Bukan saja di wilayah Makedonia dan Akhaya (ay. 8).
Baca surat 1Timotius 4: 12 !
Dari sini kita harus menjadi teladan dalam:
1. Perkataan
2. Tingkah laku
3. Kasih
4. Kesetiaan
5. Kesucian
# Kekristenan yang sejati, kelima, ditandai dengan menjadi teladan bagi semua orang.
Kesimpulan: